Jalan Sutra
- Pada tahun 139 SM, dalam upaya mencari sekutu di wilayah barat jauh, Kaisar Wudi (156–87 SM) dari Kekaisaran Han mengirim Zhang Qian (200–114 SM) sebagai duta besar ke Asia Tengah, dan mereka menyadari bahwa perdagangan dan perjalanan akan menguntungkan dan bermanfaat. Ini adalah awal dari Jalur Sutra yang terkenal.
- Jalur Sutra dimulai lebih dari 2,100 tahun yang lalu, menghubungkan Tiongkok dengan Barat, membawa barang dan gagasan antara dua peradaban besar pada masa itu, Roma dan Tiongkok. Sutra dikirim ke barat, sedangkan wol, emas, dan perak dikirim ke timur. Tiongkok juga menerima agama Kristen Nestorian dan Buddhisme (dari India) melalui Jalur Sutra.
- Jalur Sutra adalah jalur perdagangan darat kuno terpanjang. Berawal dari Xi'an (Sian), jalan sepanjang 4,000 mil (6,400 km), yang sebenarnya merupakan jalur karavan, mengikuti Tembok Besar China ke arah barat laut, melewati Gurun Takla Makan, mendaki Pegunungan Pamir, melintasi Afghanistan, dan berlanjut ke Levant; dari sana barang dagangan dikirim melintasi Laut Mediterania.
- Jalur Sutra baru mendapatkan namanya pada abad ke-19. Pada tahun 1877, Ferdinand Van Richthoten, seorang ahli geografi terkemuka yang bekerja di Tiongkok dari tahun 1868 hingga 1872, menciptakan istilah 'Jalur Sutra' saat membuat peta Jalur Sutra, karena orang Tiongkok terutama memperdagangkan sutra.
- Penemuan jalur laut dari Eropa ke Asia pada akhir abad ke-15 memberikan pukulan telak bagi perdagangan Jalur Sutra. Dengan biaya, gangguan, dan bahaya yang lebih rendah, banyak barang dan material yang tidak dapat diangkut melalui Jalur Sutra kini dapat diangkut melalui jalur laut. Selain itu, bangsa Persia telah menguasai seni budidaya ulat sutra dan impor sutra dari Timur pun berkurang. Sejak saat itu, Jalur Sutra yang makmur mulai mengalami kemunduran. Jalan-jalan yang ramai, kota-kota yang kaya, dan benteng-benteng yang kokoh kini tenggelam di gurun yang luas, dan saat ini, orang hanya dapat menelusuri sejarah gemilangnya dalam reruntuhan dan sisa-sisa bangunan yang hancur tak berujung.
- Sejak 2013, Tiongkok telah memulai inisiatif untuk menghidupkan kembali Jalur Sutra bersejarah. Investasi miliaran dolar ini dimaksudkan untuk menciptakan infrastruktur modern di daerah-daerah yang kurang terjamah dan membuka peluang yang luas. Dengan inisiatif Satu Sabuk, Satu Jalan, Tiongkok menghubungkan Jalur Sutra dan Jalur Sutra Maritim untuk menciptakan koneksi dengan lebih dari 60 negara di sepanjang jalurnya.